Selasa, 10 Mei 2016

Rindu...

beberapa saat. perasaan ini, bercampur aduk. menjadi satu. dan membuahkan hasil yang sama sekali tak dapat kumengerti. dan saat ini, detik ini, aku perlu menangis dalam diam.
karena apa ?hal ini bisa tiba-tiba muncul?
aku tak tahu. rasa ini benar-benar bisa dibilang speechless dan paralyzed seketika, senang dan perasaan takut dengan Allah muncul dalam satu Helaan Nafas..

 Mencintaimu dalam diam ku.. Dalam rindu yang aku simpan erat-erat dalam hati, mungkin hanya Allah lah yang tau , segala hal yang ada di dalam diri.. 
Biar saja diam menjadi pilihan terindah, karena resah belum saatnya menjadi kisah. Biar saja berpisah, saling mencari arah dan berpasrah . Aku bahagia dengan kata ‘berpisah’ yang kita pilih. 

Tapi biarkanlah aku memendam atas semuanya. Atas alur cerita sampai di titik ini. Atas semua pelajaran berharga. Terima kasih.

Aku bahagia. Inilah melepaskan, sebenar-benar melepaskan. Kelak jika waktu merestui perjumpaan kita, aku yakin sekadar terka pun tak mampu menjawab tanya. Itu urusan-Nya. Aku bahagia seperti ini. Jadi aku yang dulu. Yang menyimpan rindu diam-diam. 

Entah, hati ini adalah rangkaian cerita yang ingin kusembunyikan. Aku bahagia. Semoga kamu juga.
Kelak kalau kamu menemukan tulisan-tulisan ini, kamu akan tahu semua detail rasa yang pernah ada. Yang kusembunyikan di ruang-ruang ini.

Hari ini, aku memanggil kamu lagi, tapi bukan berarti cerita ini seperti dulu. Kalaupun tentang kita masih berkesempatan menjadi cerita, sudah kubilang, ia akan ada jika hanya disertai keberanian dan tanggung jawab.
 sementara aku tak berani sekadar cari tahu tentangmu. Apa kabar?  Semoga kau juga bahagia dengan jalan indah dan tuntunan-Nya.
Kadang, melepaskan lalu berpisah, itu jauh lebih baik daripada memaksakan bersama dengan saling menyimpan perasaan bersalah masing-masing.

Bukankah jodoh tidak akan tertukar? Urusan ini sebenarnya hanya sesederhana itu.

Sabtu, 12 September 2015

My Life, My Words~: My HEART

My Life, My Words~: My HEART: Jangan menyentuh ,ibarat hiasan yang terbuat dari kaca yang tipis,, jika kamu tidak mau memecahkannya  jangan disentuh.., karena sekali ka...

Selasa, 09 Juni 2015

Menjaga Hati

Sebab pertemuan selalu terjadi di manapun, kapan pun, dan dengan siapa pun bahkan sekalipun kamu tak mengharapkannya.  kata orang bijak bahwa ia bisa hadir tanpa sebuah alasan.
Pepatah berkata tidak ada keabadian di dunia, sebab kita hanyalah manusia. Bukan Tuhan yang Maha Kuasa, Ia datang dengan sendirinya.  Barangkali kita sudah saling tahu namun berkata pun tak mampu. Tentang sesuatu yang pernah membuat Ali dan Fathimah membisu. Bukankah seharusnya kita makin penasaran? Ah, tapi itulah anomali cinta. Semakin ia berkembang semakin ia menjauh. Membuat jarak yang kian jauh dalam kefanaan.
Lalu aku khawatir. Adakah kita akan dalam posisi hampir tak mengenal. Atau bahkan kita kan saling melupakan. Kita pun tak lagi mudah tersenyum seperti dulu hanya tatapan dingin  Hingga tatap mata pun tak lagi bertemu sekalipun kita berpapasan dalam ruang waktu.
Pada akhirnya barangkali kita menyadari. Bahwa keterjauhan ini telah tersketsa oleh sang Maha Pencipta. Sebab menjauhimu bukan berarti tak mencintaimu. Menjauhimu adalah caraku, caramu, cara kita bahkan caraNya untuk menjaga. Menjaga akan kefitrahan ini. Menjaga hingga akad terlantunkan dalam ikatan suci.